NKRI Harga Mati atau Papua Merdeka Harga Mati

Umar Werfete

Pendahuluan

Isu di Papua masih didominasi oleh dua narasi besar yang kontra produktif yakni, narasi tentang “Indonesia harga mati” pada satu poros dan “ Papua merdeka /referendum harga mati pada poros sebelahnya. Kedua narasi ini memiliki ruang ekspresi masing-masing serta memiliki audiensnya sendiri. Perang antar kedua narasi ini telah berlangsung lama dan  semakin menguat paskah jatuhnya Orde Baru (1966-1998). Jatuhnya Orde Baru tidak hanya menandai dimulai era keterbukaan dan demokrasi tapi menjadi awal kebangkitan kembali identitas Papua, dimana pada tanggal 26 Februari 1999, perwakilan rakyat Papua yang terdiri dari 100 tokoh meminta secara resmi kepada presiden BJ Habibie agar memerdekakan Papua. Selanjutnya, narasi itu menjadi lebih kokoh setahun kemudian dimana pada bulan Mei tahun 2000, rakyat Papua menyelenggarakan Kongres Papua II di Jayapura dimana bendera bintang kejora diizinkan berkibar oleh presiden Abdurahman Wahid (1999-2001). Kongres itu berhasil membentuk Presidium Dewan Papua (PDP) yang dipimpin oleh Theys H Eluay. Sejak terbentuk PDP menajadi satu badan resmi yang mewakili rakyat Papua untuk melalukan kampunye mencari dukungan kemerdekaan Papu di dalam dan luar negeri.

Narasi Papua merdeka itu kemudian direspon dengan narasi NKRI harga mati. Narasi ini adalah narasi yang dibangun oleh militer, sehingga pendakatannya juga dengan umumnya melalui operasi militer maupun non militer, ternasuk pemakzulan presiden Abdurahman Wahid oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 23 Juli 200, karena dianggap mendukung kemerdekaan Papua. Ia kemudian digantikan oleh Megawati Soekarno Putri. Tanggal 10 November 2001 atau kurang lebih empat bulan setelah Megawati menjabat, Theys Eluway dibunuh oleh satuan Komando Pasukan Khusus (Kopasus) di Jayapura. Lokasi pembunuhan ketua PDP itu kemudian dibangun tugu kematian dengan lambang bintang kejora, sebagai narasi perlawanan abadi, demikian juga dengan makam Theys Eluay yang berada di tepi jalan poros Sentani – Kota Jayapura.  PDP sebagai badan yang dipercayakan rakyat Papua untuk mempejuangkan hak-hak mereka menuju kemerdekaan akhirnya tak berdaya dan anggotanya tercerai-berai

BACA SELANJUTNYA.

Review-NS_NKRI-Harga-Mati-atau-Papua-Merdeka-Harga-Mati_Umar-Werfete.pdf

id_IDIndonesian