KOMA.ID, JAKARTA – Rencana Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menambah jumlah Komando Teritorial (Koter) di seluruh Indonesia menuai kritik tajam dari kalangan sipil. Lembaga swadaya masyarakat Imparsial menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan agenda reformasi dan berpotensi menyeret militer ke ranah politik praktis.
Sebelumnya, dalam acara Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Minggu (19/4), Panglima TNI memaparkan rencana pembentukan Koter baru yang terdiri dari 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral), dan 8 Pasukan Marinir (Pasmar). Panglima menyatakan langkah ini bertujuan mempercepat pembangunan dan membantu pemerintah daerah.
Namun, Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menegaskan bahwa rencana tersebut bertentangan dengan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Imparsial Ingatkan Tupoksi TNI Bukan Alat Pembangunan, Tapi Pertahanan Negara
April 22, 2026
