TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI oleh Letjen Yudi Abdimantyo buntut kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menimbulkan pertanyaan publik.
Direktur Imparsial, Ardi Manto, khawatir langkah tersebut malah sebagai bentuk ‘cuci tangan’ untuk menyelamatkan aktor intelektual dalam kasus tersebut.
Direktur Imparsial, Ardi Manto, khawatir langkah tersebut malah sebagai bentuk ‘cuci tangan’ untuk menyelamatkan aktor intelektual dalam kasus tersebut.
“Kami juga khawatir bahwa langkah ini merupakan manuver penyelamatan aktor intelektual kasus tersebut. TNI seolah sedang “cuci tangan” untuk meredam gejolak publik,” kata Ardi Manto dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
