Jayapura, Jubi – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Profesor Cahyo Pamungkas mengatakan, penyelesaian konflik di Tanah Papua mesti mengedepankan pendekatan sipil dan dialogis.
Katanya, konflik di Tanah Papua tidak dapat dipahami semata sebagai persoalan keamanan, melainkan konflik politik, sosial, dan historis sejarah. Karenanya, pendekatan militer tidak dapat menjadi solusi.
Strategi keamanan yang terus diperluas justru gagal menyelesaikan konflik, dan berisiko memperdalam kekerasan serta trauma masyarakat sipil.
Pernyataan itu disampaikan Profesor Cahyo Pamungkas dalam diskusi publik yang digelar Imparsial terkait konflik Papua dan stigmalisasi terorisme “Bahaya Ranperpres pelibatan TNI dan penanggulangan terorisme” yang ditayangkan secara daring melalui YouTube Imparsial, Selasa (10/02/2026)
Baca Selengkapnya…
