Dalam upaya penanggulangan aksi intoleransi dan ekstremisme kekerasan yang terjadi selama ini, masih banyak tertuju hanya pada penanganan persoalan di tingkat hilir yang mengedepankan hard approach yang dilakukan oleh aparat keamanan yang terkadang justru menimbulkan masalah baru. Sementara itu, konteks lingkungan sosial yang menjadi tempat berlangsungnya proses radikalisasi belum mendapat perhatian yang cukup. Padahal, transformasi dari paham atau ideologi menuju tindakan tidak berlangsung secara tiba-tiba. Penyebaran radikalisme dan ekstremisme kekerasan merupakan salah satu faktor yang membuat lingkungan sosial menjadi kondusif bagi tumbuh suburnya paham serta gerakan yang radikal dan ekstrem.
Penguatan ketahanan kelompok anak muda dari pengaruh ekstremisme kekerasan merupakan salah satu agenda yang dicanangkan pemerintah dalam kebijakan Rencana Aksi Nasional 2020-2024 terkait Pencegahan dan Pemberantasan Ekstremisme Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme. Perhatian terhadap anak-anak muda sangat relevan dan penting jika kita melihat perkembangan dan dinamika penyebaran radikalisme dan ekstremisme kekerasan di Indonesia saat ini yang semakin menempatkan kelompok-kelompok sosial (anak muda) sebagai target penyebaran ideologi, target perekrutan anggota baru bahkan didorong untuk menjadi pelaku.
Dalam rangka penguatan ketahanan kelompok anak muda, serta melibatkannya sebagai aktor penting dalam pencegahan penyebaran intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan, salah satu strategi yang dapat dikembangkan yakni dengan mengaktifkan gerakan dan organisasi pemuda lintas iman yang didukung oleh pemerintah daerah. Hal ini dilakukan dengan mendorong generasi muda dari berbagai agama atau kepercayaan, bersama dengan pemerintah daerah, untuk dapat mengembangkan berbagai inisiatif pertemuan dan interaksi sosial yang inklusif dan secara aktif membantu narasi alternatif yang meningkatkan nilai dan perdamaian di komunitas mereka.
Dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan komunitas pemuda dan mendorong mereka berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dalam rangka pengembangan berbagai inisiatif pertemuan dan interaksi sosial yang inklusif dan secara aktif membantu narasi alternatif, kehadiran modul ini sangat penting dan relevan.
Modul ini dapat menjadi referensi bagi mereka yang ingin menjadi aktor penggerak di komunitas dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penguatan ketahanan masyarakat terhadap segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan.
Dalam proses penyusunan modul ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Harapannya, modul ini mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dan kolaborasi berbagai elemen dalam menangkal segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan dengan secara aktif memproduksi dan mempromosikan toleransi dan perdamaian. Terakhir sebagai penutup, kami persembahkan modul ini kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, semoga kehadiran modul ini dapat memberikan banyak manfaat terutama dalam menyebarkan narasi serta respon yang toleran dan damai.
