Ideologi intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis keagamaan telah menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan hidup kebangsaan Indonesia yang plural. Di tengah maraknya penyebaran paham kekerasan yang menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui pendekatan lunak (soft approach). Modul “Komunitas Lintas Iman dalam Membangun Perdamaian” menawarkan strategi untuk mengaktifkan peran aktor lokal guna memperkuat ketahanan komunitas dari infiltrasi paham ekstremis.
Melalui modul ini, kamu akan diajak memahami kompleksitas kehidupan sosial-keagamaan, pentingnya kesetaraan gender dalam pencegahan ekstremisme, hingga cara memetakan modal sosial untuk membangun perdamaian. Dengan mengedepankan metode partisipatoris, panduan ini mendorong kolaborasi antar elemen masyarakat dan pemerintah lokal untuk menciptakan narasi alternatif yang damai dan inklusif. Sebuah referensi esensial bagi para penggerak toleransi yang ingin mewujudkan imunitas sosial terhadap segala bentuk kekerasan berbasis agama
