Serangan terhadap pembela HAM meningkat, hukuman mati dalam KUHP Nasional, kebebasan beragama dan berkeyakinan, reformasi Polri macet, reformasi TNI mundur, serta kekerasan di Papua tak kunjung usai.
Hari Hak Asasi Manusia (HAM) secara internasional diperingati setiap 10 Desember. Berbagai peristiwa seputar HAM mewarnai perjalanan di tanah air sepanjang satu tahun belakangan terakhir. Kalangan masyarakat sipil menerbitkan sejumlah catatan untuk memperingati hari HAM tahun 2025, salah satunya Imparsial.
Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mencatat sedikitnya 6 hal. Pertama, serangan terhadap pembela HAM terus meningkat. Serangan menyasar pembela HAM dari berbagai profesi seperti jurnalis, pengacara publik, aktivis lingkungan, aktivis mahasiswa, akademisi, aktivis keberagaman dan pembela HAM lainnya.
Bentuk serangan antara lain fisik, teror, pelecehan, dan kekerasan seksual, peretasan, kriminalisasi dan pembunuhan. Imparsial menghitung setidaknya ada 226 peristiwa serangan terhadap pembela HAM yang puncaknya terjadi periode Agustus-September 2025. Lemahnya perlindungan terhadap pembela HAM mulai dari jaminan hukum normatif, komitmen negara dan kesadaran masyarakat.
Baca Selengkapnya…
