Jakarta – Peneliti Imparsial, Riyadh Putuhena, menegaskan bahwa agenda reformasi sektor keamanan semakin kehilangan arah. Bukan hanya stagnan, ia menyebut praktik dwifungsi militer kini justru melebar menjadi multifungsi, dengan pelibatan TNI yang kian masif dalam urusan-urusan sipil.
Dalam sebuah diskusi yang dipandu oleh moderator, Riyadh menyatakan bahwa gejala kemunduran reformasi sudah tampak jelas. Moderator sempat menyinggung bahwa apa yang dulu disebut dwifungsi kini berubah menjadi multifungsi, karena keterlibatan TNI merambah banyak ranah non-pertahanan.
Riyadh kemudian memaparkan bahwa akar dwifungsi berasal dari konsep politik jalan tengah yang dicetuskan Jenderal A.H. Nasution. Namun, di era Orde Baru, konsep itu dimanfaatkan menjadi legitimasi keterlibatan militer dalam politik sekaligus bisnis negara. Model ini menciptakan ketimpangan internal yang besar antara prajurit dan perwira tinggi yang ikut menikmati gurita bisnis negara.
Imparsial: Dwifungsi Bukan Bangkit Lagi Tapi TNI Kini ‘Ada di Mana-Mana’! Reformasi Dinilai Makin Mundur
Desember 2, 2025
