Pengamat Sebut KRI Nanggala-402 Tak Layak Pakai sejak 2007

CNN Indonesia | Kamis, 29/04/2021 07:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat militer, Al Araf menyebut kapal selam KRI Nanggala 402 sudah dinyatakan tak layak pakai sejak 2007 silam. Hal tersebut mengacu pada buku Kebijakan Postur yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan tahun 2007. Dalam buku tersebut, kata Al’araf, dijelaskan bahwa kapal selam yang dinyatakan tidak layak usianya di atas 25 tahun.

“Kapal selam Nanggala ini diproduksi 1979 di Jerman dan menjadi KRI 1981. Jadi ketika buku ini dibuat 2007, usia kapal selam ini 26 tahun. Jadi masuk ke kondisi tidak layak pakai,” ucap Al Araf dalam program Mata Najwa, Rabu (28/4).

Al Araf menegaskan bahwa kondisi alutsista sangat penting diperhatikan lantaran dioperasikan oleh prajurit TNI. Jika kondisi alutsista tidak baik, maka ada potensi bahaya bagi prajurit TNI yang mengoperasikannya.

“Kita harus menghitung prajurit TNI itu sebagai aset bangsa sehingga kita harus menyiapkan dia dengan alutsista yang terbaik. Jangan ada keraguan atas alutsista itu,” ujar dia. Dalam kesempatan yang sama, Asisten perencanaan (Asren) KASAL Laksamana muda Ali membantah pernyataan tentang KRI Nanggala-402 tidak layak pakai.

Dia mengatakan kapal selam tersebut sudah dan selalu diperiksa. Hasilnya pun menyatakan KRI Nanggala-402 layak pakai. “Betul masih layak karena diperiksa tim kelayakan TNI AL,” ucap Ali dalam Mata Najwa, Rabu (28/4). Mengenai overhaul, Ali mengatakan bahwa idealnya dilakukan setiap lima tahun sekali dalam rangka pemeliharaan dan menjaga kondisi.

KRI Nanggala-402 sempat overhaul di Jerman, PT PAL dan Korea Selatan. Namun, Ali mengamini bahwa jadwal overhaul KRI Nanggala-402 tidak dilakukan setiap lima tahun sekali.

Menurut Ali, tidak masalah jika overhaul mundur beberapa tahun, asalkan rajin dilakukan perawatan dan selalu menjalani tes kelayakan. “Ada kerusakan pada bagian parsial, dilakukan depo secara parsial. 2 tahun sekali kita tes kelaikan,” ucap dia. “KRI Nanggala setelah overhaul dari Jerman, overhaul di PT PAL, lalu ada kemunduran tahunnya, tergantung perawatan,” tambahnya.

bersama 53 awaknya di perairan utara Bali, Rabu (21/4) lalu. Sebelum dinyatakan tenggelam atau baru hilang kontak, publik sudah menyoroti kapal selam tersebut. Termasuk mengenai kelayakan dan usia. Diketahui, KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam buatan Jerman 1979. Kemudian menjadi alutsista milik TNI AL pada 1981.