• BERANDA
  • HUKUMAN MATI
  • KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
  • KONFLIK ACEH DA PAPUA
  • HAM
  • TENTANG IMPARSIAL

Evaluasi Praktik Hukuman Mati Pada Era Jokowi (2014-2020)

3. Humphrey Jefferson

Humphrey Jefferson divonis hukuman mati pada bulan April 2004 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pria asal Nigeria ini  ditangkap  pada tahun 2003 saat polisi menemukan 1,7 kg narkotika jenis heroin di dalam ruangan yang digunakan oleh salah satu karyawannya. Jefferson adalah seorang pemilik restoran di Jakarta. Jefferson menolak untuk mengajukan grasi karena merasa tidak bersalah. Tim pengacaranya mengaku memiliki bukti bahwa sesungguhnya Jefferson adalah korban penjebakan.[17]  Jefferson berada di dalam tahanan selama kurang lebih 13 tahun sebelum dieksekusi pada 29 Juli 2016 lalu.

4. Freddy Budiman

Freddy Budiman adalah warga negara Indonesia yang dikenal sebagai satu bandar narkotika terbesar di negeri ini. Pertama kali ditangkap pada tahun 2009 atas kepemilikan 500 gram methamphetamine, Freddy kemudian bebas pada 2011. Di tahun yang sama, Freddy kembali ditangkap atas kepemilikan metamphetamine serta alat pembuatan narkoba dan divonis 18 tahun penjara. Pada bulan Juli 2013, Freddy dijatuhi vonis hukuman mati karena tertangkap mengontrol peredaran 1,4 juta pil ekstasi dari Tiongkok dari balik jeruji penjara. Selama rentang waktu tahun 2013-2016 Freddy juga beberapa kali ditangkap dalam kasus yang berbeda.[18]

Tabel 3.3

Eksekusi Mati Gelombang III

17 “Indonesia Kills Four Prisoners in First Executions in a Year,” The Guardian, 29 Juli 2016, diakses pada 23 Desember 2016, https://www.theguardian.com/world/2016/jul/28/indone- sia-mass-execution-prisoners.
18 “Siapa Freddy Budiman? 5 Hal yang Perlu Anda Tahu,” Rappler, 29 Juli 2016, diakses pada 23 Desember 2016, http://www.rappler.com/indonesia/141311-profil-freddy-budiman-ter-pidana-mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *