• BERANDA
  • HUKUMAN MATI
  • KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
  • KONFLIK ACEH DA PAPUA
  • HAM
  • TENTANG IMPARSIAL

Evaluasi Praktik Hukuman Mati Pada Era Jokowi (2014-2020)

c. Eksekusi Mati Gelombang III (29 Juli 2016)

Eksekusi  mati  gelombang  III  dilaksanakan  pada  hari  Jum’at  dini  hari,  29 Juli 2016, pukul 00.45 WIB. Pada eksekusi tahap ini terdapat total empat (4) terpidana mati yang dieksekusi, yaitu Freddy Budiman (Indonesia), Michael Titus Igweh (Nigeria), Seck Osmane (Senegal), dan Humphrey Ejike (Nigeria). Sebanyak empat terpidana mati dieksekusi dari total 14 terpidana mati yang sebelumnya telah diisolasi dan diberikan pemberitahuan (notifikasi) bahwa akan dieksekusi. Sementara, eksekusi terhadap 10 terpidana lainnya ditangguhkan sampai batas waktu yang tidak jelas. Menurut penjelasan Jaksa Agung H. M. Prasetyo, penangguhan tersebut dilakukan atas dasar “persoalan yuridis dan non-yuridis”, meski ia enggan menegelaborasi apa lebih jelasnya alasan tersebut.

Keempat terpidana yang akhirnya dieksekusi mati, yaitu:

1. Michael Titus Igweh

Michael Titus divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Oktober 2003 atas kepemilikan 5,8 kg narkotika jenis heroin. Lelaki berkewarganegaraan Nigeria ini mengaku mengalami penyiksaan saat diinterogasi oleh pihak kepolisian.[14] Titus ditangkap bersama dengan dua rekannya yang lain, namun kedua rekannya ini meninggal saat berada di tahanan sehingga tidak bisa menjadi saksi. Titus juga mengaku disiksa oleh polisi dengan cara alat kelaminnya disetrum saat menjalani interograsi.[15] Setelah menunggu 13 tahun di dalam tahanan, Michael Titus dieksekusi pada 29 Juli 2016 lalu.

2. Seck Osmane

Seck Osmane dijatuhi vonis hukuman mati pada bulan Juli 2004 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena membawa 2,4 kg narkotika jenis heroin di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pria yang berasal dari Senegal ini sebelumnya telah meminta maaf kepada Presiden Jokowi [16] serta mengajukan permohonan grasi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, grasinya ditolak. Seck Osmane menunggu selama 13 tahun berada di dalam tahanan sebelumnya dieksekusi pada 29 Juli 2016.

14 “DaftarNamadanKasus14TerpidanaMatiTahapTiga,”Rappler,28Juli2016,diakses pada 23 Desember 2016, http://www.rappler.com/indonesia/141227-daftar-nama-kasus-14-terpi- dana-mati.
15 Daftar Namadan Kasus 14Terpidana Mati Tahap Tiga,” Rappler, 28 Juli 2016, diakses pada 23 Desember 2016, http://www.rappler.com/indonesia/141227-daftar-nama-kasus-14-terpi- dana-mati.
16 Hanz Jimenez Salim, “Terpidana Mati Seck Osmane: Pak Presiden Tolong Maafkan Saya…” Liputan6. com, 27 Juli 2016, diakses pada 23 Desember 2016, http://news.liputan6.com/ read/2562249/terpidana-mati-seck- osmane-pak-presiden-tolong-maafhan-saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *