• BERANDA
  • HUKUMAN MATI
  • KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
  • KONFLIK ACEH DA PAPUA
  • HAM
  • TENTANG IMPARSIAL

Evaluasi Praktik Hukuman Mati Pada Era Jokowi (2014-2020)

5. Raheem Agbaje Salami

Raheem Agbaje Salami alias Jamiu Owolabi Abashin merupakan warga Nigeria pemegang paspor Spanyol. Ia memasuki Indonesia dengan menggunakan paspor Spanyol dengan nama Raheem Agbaje Salami. Raheem ditangkap saat membawa 5 kg heroin yang dimasukkan ke dalam koper di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, pada 2 September 1998.

Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis seumur hidup pada April 1999, dan hukumannya diperingan oleh Pengadilan Tinggi menjadi 20 tahun. Raheem pun mengajukan kasasi, namun MA malah menjatuhkan putusan hukuman mati. Permohonan grasinya ditolak presiden 5 Januari 2015 lalu. Raheem sempat mengajukan gugatannya ke PTUN yang ditolak pada 9 Maret 2015 lalu.

6. Rodrigo Gularte

Rodrigo Gularte merupakan warga negara Brasil, lahir pada 31 Mei 1972. Pengadilan Negeri Tangerang Banten menjatuhkan hukuman mati pada Februari 2005 dalam kasus kepemilikan 6 kg heroin yang diletakkan di dalampapan selancar. Dia ditangkap pada Juli 2004 lalu di Bandara Soekarno Hatta. Grasi ditolak pada 5 Februari 2015.

Eksekusi mati terhadap dirinya menimbulkan protes dari aktivis kesehatan jiwa, karena Gularte diduga menderita gangguan jiwa. Menurut hukum Indonesia, penderita gangguan jiwa tidak dapat diadili dan harus dirawat di rumah sakit jiwa terlebih dahulu. Pemerintah Indonesia tengah menunggu hasil pemeriksaan dari ahli jiwa untuk dijadikan opini kedua yang menunjukkan apakah Gularte menderita gangguan jiwa atau tidak.

7. Sylvester Obiekwe Nwolise

Pria warga negara Nigeria kelahiran 7 Juli 1965 ini dijatuhi hukuman mati pada September 2004 oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Februari lalu Presiden menolak permohonan grasinya.

Pengadilan memutuskan dia bersalah dalam kasus penyelundupan 1,2 kg heroin melalui Bandara Sekarno Hatta pada 2002. Pada Januari 2015,Badan Narkotika Nasional menyebutkan Sylvester yang dikenal dengan sebutan Mustofa ikut mengendalikan peredaran narkoba di LP Nusakambangan.

8. Okwudili Oyatanze

Okwudili Oyatanze (45) dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang setelah dalam kasus penyelundupan 1,1 kg heroin melalui Bandara Soekarno Hatta, 28 Januari 2001 lalu. Permohonan grasinya ditolak pada 5 Februari 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *