• BERANDA
  • HUKUMAN MATI
  • KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
  • KONFLIK ACEH DA PAPUA
  • HAM
  • TENTANG IMPARSIAL

Evaluasi Praktik Hukuman Mati Pada Era Jokowi (2014-2020)

tamatan Sekolah Dasar merasa tidak bersalah karena ia tidak tahu bahwa kapsul-kapsul tersebut berisi heroin. Jostus mengatakan bahwa kapsul- kapsul tersebut adalah obat untuk hewan. Daniel diminta menelannya untuk menghindari pajak dan bea masuk.

1. Marco Arcfter Cardoso Moreira

Marco Archer Cardoso Moreirac (53) yang merupakan warga negara Brasil divonis mati karena menyelundupkan 13,4 kg kokain dan sempat kabur. Dia menyembunyikan kokain itu ke dalam pipa kerangka gantole yang ia simpan di sebuah tas. Dia sempat melarikan diri dengan cara mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta pada 2 Agustus 2003. Setelah dua pekan buron, Marco ditangkap di Pulau Moyo, Desa Labuan Aji, Sumbawa pada 16 Agustus 2003.

Meskipun Marco mengatakan bahwa ia membawa narkoba tersebut karena terlilit hutang akibat biaya pengobatan yang dijalaninya pasca mengalami kecelakaan, namun Pengadilan Negeri (PN) Tangerang tetap menjatuhkan vonis mati pada 8 Juni 2004. Kemudian dia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten, tetapi ditolak pada 23 Agustus 2004. Marco lantas mengajukan kasasike MA pada25 Januari 2005. Tetapi, MA tetap menjatuhkan vonis mati kepada Marco. Setelah itu, ia beberapa kali mencoba mengajukan grasi yakni pada tahun 2006, 2008, dan terakhir grasinya ditolak oleh Presiden Jokowi pada 30 Desember 2014.

Menjelang pelaksanaan eksekusi mati, Marco mengalami stres. Ia bahkan tidak  mampu  menuliskan   permintaan   terakhirnya.   Pendeta   yang biasa mendampinginya menceritakan bahwa Marco sempat menangis meminta tolong pada saat akan dieksekusi. Pendamping spiritual yang seharusnya disediakan untuk menenangkan Marco tidak diperbolehkan mendampinginya. Sehingga Marco tidak mendapat kesempatan melakukan proses sakramento (ibadah ekaristi dan pengakuan dosa).[9]

2. Solomon Okafor alias Namaona Denis

Nama Namaona Denis lebih dikenal di publik dan di seluruh dokumen formal di persidangan daripada nama aslinya, Solomon Okafor. Namanya masuk di dalam daftar eksekusi dan kemudian dieksekusi pada bulan Januari tahun 2015, dalam gelombang pertama.

Nama Namaona Denis adalah nama yang sesuai dengan paspor yang dibawa oleh Solomon ketika masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, dari Pakistan via Singapura pada bulan April tahun 2001. Di Bandara

9 “MarcoMenangisketika Diseretdari Selnya,”OkezoneNews,23Februari2015,diakses pada 23 Desember 2016, http://news.okezone.com/read/2015/02/23/18/1109152/marco-menangis-
-ketika-diseret-dari-selnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *