• BERANDA
  • HUKUMAN MATI
  • KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
  • KONFLIK ACEH DA PAPUA
  • HAM
  • TENTANG IMPARSIAL

Evaluasi Praktik Hukuman Mati Pada Era Jokowi (2014-2020)

Tabel 2.1

Perbandingan Vonis Hukuman Mati Era Reformasi

1998-2013 (Era B. J. Habibie –

SBY)

2014-2019 (Era Jokowi)

197 vonis

221 vonis

Rata-rata vonis per tahun: 197 vonis : 15 tahun =

13,13 vonis/tahun

Rata-rata vonis per tahun: 221 vonis : 5 tahun =

44,2 vonis/tahun

Kenaikan = 236,6%

Selama Reformasi, sejak tahun 1998 hingga 2013 (era Pemerintahan J. Habibie sampai SBY), terdapat 197 terdakwa yang divonis mati. Terdapat empat macam kasus yang melatari penentuan vonis terhadap terdakwa, yaitu kasus Narkoba, Pembunuhan, Terorisme, dan Pencurian dengan Kekerasan. Jika dihitung dari 197 vonis yang dilakukan dalam kurun waktu 15 tahun, maka akan didapat sebesar 13,13 rata-rata vonis mati yang terjadi pertahunnya. Sedangkan pada era Pemerintahan Jokowi yakni terhitung sejak Oktober 2014 hingga pertengahan tahun 2019, Imparsial menemukan terdapat 221 terdakwa yang divonis mati. Jika dihitung dari 221 vonis yang dilakukan dalam kurun waktu hanya 5 tahun, maka akan didapat sebesar 44,2 rata-rata vonis mati yang dijatuhkan pertahunnya. Perbandingan vonis mati yang terjadi selama Reformasi naik di era Jokowi, dengan kenaikan sebesar 236.6%.

Tabel 2.2

Perbandingan Eksekusi Mati Era Reformasi

1998-2013 (Era B. J. Habibie –

SBY)

2014-2019 (Era Jokowi)

27 eksekusi

18 eksekusi

Rata-rata eksekusi mati per tahun:

27 eksekusi : 15 tahun =

1,8 eksekusi/tahun

Rata-rata eksekusi mati per tahun:

18 eksekusi : 5 tahun =

3,6 eksekusi/tahun

Kenaikan = 100%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *