Tag: Petani

Imparsial Minta Setop Dugaan Kriminalisasi Petani di Kampar
Human Rights, News

Imparsial is Asking to Stop The Criminalizing Allegations on Farmers in Kampar

Rabu, 13 Oktober 2021 | 03:57 WIBOleh : Hardani Triyoga VIVA – Dugaan kriminalisasi dialami sejumlah petani sawit anggota Koperasi Sawit-Makmur (Kopsa-M) di Kampar, Riau. Sejumlah pihak terutama LSM yang fokus dalam persoalan pelanggaran HAM ikut menyoroti dugaan kriminalisasi ini. Direktur Imparsial Gufron Mabruri menjelaskan dugaan kriminalisasi terjadi pada pertengahan September 2021 lantaran pimpinan Kopsa-M, Anthony Hamzah ditetapkan sebagai tersangka. Alasan penetepan tersangka ini terkait aksi demonstrasi yang dilakukan orang lain mengatasnamakan Kopsa-M. Selain itu, Anthony juga dikriminalisasi karena koperasi yang dipimpinnya menjual sawit miliknya sendiri. Menurutnya, kriminalisasi ini bukan kali pertama yang dialami pet...
Imparsial Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Petani Kopsa-M Kampar
Human Rights, News

Imparsial is Asking to Stop Criminalizing The Farmers of Kopsa-M Kampar

Author Editor -12/10/2021 Jakarta, batarapos.com – In mid-September 2021 Anthony Hamzah, the chairman of the organization of oil palm farmers who are members of the Sawit-M Cooperative (KOPSA M) was named a suspect by the Kampar Riau Police. The determination of this suspect is related to demonstrations carried out by other people in the name of KOPSA-M In addition, Anthony Hamzah was also criminalized because the cooperative he leads sells palm oil belonging to his own cooperative. This incident was condemned by Imparsial's President Director Gufron Mabruri through a press release, Tuesday (12/10/2021) in Jakarta. “This criminalization is not the first time that farmers who are members of KOPSA-M have experienced this. Previously, there were 2 farmers who experienced engineering similar cases to Ant...
Pria Protes Jokowi di Blitar Dilepas, Dapat Sembako Presiden
Human Rights, News

The Man Who Protested Against Jokowi in Blitar Gets Released, Is Given Groceries from The President

CNN Indonesia | Thursday, 09/09/2021 19:17 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- A young man and farmer from Blitar who was arrested for unfurling a critical poster during President Joko Widodo's visit to the area, Tuesday (7/9), finally received assistance. , on the sidelines of a meeting between the police and the National People's Breeders Association (PPRN) Blitar. "The Blitar City Police are in touch with PPRN members of Blitar Regency, and provide assistance with food packages from the President of the Republic of Indonesia Jokowi," said Yudhi, Thursday (9/9). The meeting took place at the house of Subani, one of the PPRN members, in RT 4 RW 3, Suruwadang Village, Kademangan District, Blitar Regency. "This activity is in response to the dynamics of your situation...
Penangkapan Pria Protes Jokowi di Blitar Dinilai Langgar UU
Human Rights, News

The Arrest of Men Protesting Jokowi in Blitar Is Violating the Law

CNN Indonesia | Rabu, 08/09/2021 19:30 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Imparsial menyebut aparat kepolisian melanggar undang-undang saat menangkap seorang petani yang membentangkan poster ke Presiden Joko Widodo di Biltar, Selasa (7/9). Direktur Imparsial Gufron Mabruri mengatakan pembentangan poster itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Menurutnya, hal itu dijamin Pasal 28E ayat (2) UUD 1945 dan Undang-Undang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. "Tindakan menghalang-halangi, apalagi melarang dan menangkap petani yang menyampaikan pendapat tersebut merupakan tindakan yang berlebihan (excessive use of force) dan patut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," kata ...
Penangkapan Petani di Blitar Berlebihan dan Sewenang-wenang
Human Rights, News

Excessive and Arbitrary Arrest of Farmers in Blitar

08 September 2021 | 19:26:32 Oleh: Gufron Mabruri PUBLICANEWS-PADA Selasa, 7 September 2021, aparat kepolisian menangkap seorang petani yang menyampaikan pendapat di tengah kunjungan Presiden Jokowi di Blitar. Petani tersebut menyampaikan aspirasinya melalui poster dengan tuntutan kepada presiden yang pada intinya untuk lebih memperhatikan kondisi petani. Aksi petani tersebut kemudian direspon oleh anggota kepolisian dengan menggelandang petani tersebut ke kantor kepolisian. Kami menilai tindakan polisi menghalang-halangi, melarang, apalagi menangkap petani tersebut merupakan tindakan yang berlebihan (excessive use of force). Kami memandang apa yang dilakukan oleh petani tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM) khususnya kebebasan berkespresi dan berpe...
Penangkapan Petani Bentang Poster ke Jokowi di Blitar Dinilai Langgar UU
Human Rights, News

Penangkapan Petani Bentang Poster ke Jokowi di Blitar Dinilai Langgar UU

EditorAndika Paembonan8 September 2021 SULSELEKSPRES.COM – Aparat kepolisian didanggap melanggar undang-undang saat menangkap seorang petani yang membentangkan poster ke Presiden Joko Widodo di Blitar, Selasa (7/9). Menurut Direktur Imparsial Gufron Mabruri mengatakan, pembentangan poster itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Menurutnya, hal itu dijamin Pasal 28E ayat (2) UUD 1945 dan Undang-Undang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. “Tindakan menghalang-halangi, apalagi melarang dan menangkap petani yang menyampaikan pendapat tersebut merupakan tindakan yang berlebihan (excessive use of force) dan patut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” kata Gufron dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (8/...
en_GBEnglish